Halaman

Tuesday, March 22, 2011

Berselingkuh, di denda 1.5 juta.

Ah....di mana mana pun sama. UMA masih terasa lagi penat menjaga budak budak Indon di tempat kerja dahulu. Rata rata  pakai 3 cincin; untuk keselamatan, untuk pengerun dan untuk pelaris. Yang kerja kilang nak pakai pelaris tu buat apa?

Ada yang datang kenegara ini menganggap mereka dalam darurat. Dalam darurat, semuanya halal. Sembahyang tu sembahyang. Balun tetap balun. (He...he....orang Sarawak tak tahu makna balun).

Yang baiknya budak budak Indon, selepas cuba berdalih, kebanyakan mereka berani mengaku kesalahan mereka dan bertukar menjadi merayu pula. Lembut gigi dari lidah. Bang nuar ikutlah keberanian macam budak budak ni.

Sedikit kisah dari Seberang.



Sumber : Akhbar Kompas
Selingkuh di Kamar Losmen, Denda Rp 1,5 Juta
Penulis: K6-11 | Editor: Glori K. Wadrianto
Jumat, 18 Maret 2011 | 15:03 WIB
Dibaca: 23845

k6-11 Dua orang oknum PNS Pemkab Kulonprogo dalam dalam sidang tipiring di PN Bantul.
Foto:
1 2
BANTUL, KOMPAS.com — Wajah korps Satpol PP Kabupaten Bantul tercoreng akibat ulah oknum anggotanya yang terbukti melakukan perbuatan asusila dengan seorang perempuan yang bukan istrinya di sebuah kamar losmen di Parangkusumo.
Ironisnya, wanita yang adalah pasangan selingkuh dari oknum anggota Satpol PP dengan inisial "NS" ini juga berstatus sebagai PNS di Pemkab Bantul di Bagian Tata Pemerintahan.
Hakim tunggal Pengadilan Negeri Bantul, Hendra Yuristiana, menjatuhkan vonis hukuman denda Rp 1,5 juta subsider satu bulan kurungan kepada pasangan selingkuh tersebut. Vonis yang sama juga dijatuhkan kepada dua oknum PNS yang bekerja di Pemkab Kulonprogo dan seorang kepala sekolah dasar di Imogiri, Bantul.
Putusan hakim ini diambil karena tersangka terbukti secara sah melanggar Perda Nomor 5 Kabupaten Bantul Tahun 2007 tentang Larangan Prostitusi.
Di ruang sidang lain, hakim tunggal Ira Wati menetapkan vonis terhadap 40 pekerja seks komersial dan lelaki hidung belang masing-masing Rp 400.000 hingga Rp 700.000 subsider tujuh hari kurungan. Adapun empat mucikari didenda Rp 750.000 subsider tujuh hari kurungan.
Menanggapi tertangkapnya anggota Satpol PP dalam razia, Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul Kandiawan mengaku akan melimpahkannya ke dalam proses hukum. "Kami terima. Jika memang terbukti bersalah, ya hukum yang berbicara," ungkap Kandiawan.
Baca Juga: 2 Perempuan PNS Dirazia di Kamar Losmen

No comments:

Post a Comment

Catatan Popular

Listen To Quran

Listen to Quran

Srikandi 7

Confuse

Confuse

Abang dengan Pakcik duduk sini sampai PRK Merlimau tamat ye bang, ye pakcik!!! Eh! akak pun ade!!!